Jumat, 16 Maret 2012

BROADCASTING ITU APA?


Broadcasting secara umum dapat diartikan sebagai siaran atau penyiaran. Di awal tahun 2000-an industri broadcasting mulai berkembang di Indonesia secara signifikan walaupun wadah/peluang untuk orang-orang broadcasting sampai saat ini belum terlalu banyak. Tetapi jangan khawatir Junior Broadcaster Indonesia, Anda-lah tumpuan bangsa ini. Hari ini saja puluhan tv lokal beserta partner bisnisnya yakni PH (Production House) dan Agency mulai banyak berdiri artinya peluang Anda untuk berkarya terbuka lebar. Hari ini pula, menjadikan broadcasting satu bidang ilmu pengetahuan yang sebenarnya bukan hal yang baru tetapi menjadi sesuatu yang sangat baru. Indikasinya adalah ada berbagai kalangan yang tidak mengerti apa itu broadcasting bahkan ketika penulis menanyakan langsung kepada masyarakat umum mereka hanya bengong. Lucunya lagi ada yang berpendapat bahwa broadcasting itu orang-orang yang suka mengadakan casting untuk film, walaupun itu adalah bagian dari tugas seorang broadcaster (sebutan orang yang berkecimpung dibidang broadcasting). Toh, pada akhirnya industri broadcasting menjadi industri yang sangat menjanjikan, sebab broadcasting akan terus berkembang seiring perkembangan zaman.

Sebenarnya manusia sejak dulu telah mengenal apa yang disebut dengan radio dan televisi, tetapi sebagian dari mereka ada yang tidak paham bahwa televise dan radio adalah produk atau sarana utama untuk broadcasting meskipun belakangan seiring berkembangnya zaman internet, HP, TV Wall dan jaringan-jaringan multimedia juga termasuk sarana penyiaran (broadcasting). Artinya batasan broadcasting tidak hanya ada pada radio dan televisi.

BROADCASTING SECARA UMUM
Menurut disiplin ilmu komunikasi, broadcasting adalah cabang dari ilmu komunikasi yang berhubungan dengan penyiaran. Di dalam broadcasting sendiri sebenarnya yang paling dominan dikaji adalah bagaimana membuat konten sebuah siaran mulai dari praproduksi-produksi-pascaproduksi, jadi bukan hanya belajar secara teori saja namun di broadcasting mempelajari praktik bagaimana membuat sebuah tayangan/konten yang menarik dan enak dilihat atau didengar, atau menurut teori ilmu komunikasi, bagaimana pesan yang disampaikan sampai kepada khalayak ramai/umum. Karakteristik broadcasting antara lain: memberi informasi, mendidik dan menghibur.

Broadcasting secara harfiah adalah proses pengiriman sinyal/pesan ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya.

Sedangkan menurut UU Penyiaran No. 32 tahun 2002 penjelasan tentang dunia broadcast terbagi menjadi 2 yakni siaran (broadcast: kamus bahasa inggris) dan penyiaran (broadcasting: kamus bahasa inggris) yang masing-masing memiliki definisi sendiri-sendiri.

Siaran adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran. Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran. 

SEKILAS BROADCASTING TELEVISI
Gambar televisi pertama muncul pada tahun 1920 di Amerika serikat, sedangkan bentuk pesawat televisi pertama muncul di sebuah pameran New York World’s Fair di tahun 1939 dengan ukuran tv 8 x 10 inch. Sistem televisi elektris sendiri diciptakan oleh Vladimir Katajev Zworykin dan dikembangkan lagi pada tahun 1930 oleh Philo T. Fransworth. Jika dilihat dari sejarahnya dunia broadcast tv yang berkembang pesat tentu memang adalah Negara Amerika dan Negara-negara Eropa sampai hari ini.


Namun munculnya TV swasta di tahun 1990-an di Indonesia membuat kebijakan pemerintah mengenai televisi berubah secara mendasar, dimana monopoli siaran televisi tidak terulang kembali. Kini sejak era siaran tv swasta semarak perkembangan dunia broadcasting tv pun semakin maju terutama di pertelevisian Indonesia yang jika disimpulkan tv di Indonesia terbagi atas empat yakni: Televisi Negara/ Pemerintah, Televisi Swasta, Televisi Komunitas, Televisi Berlangganan. Keempatnya mempunyai potensi untuk berkembang dan menjadi sarana penyampaian informasi, hiburan dan pendidikan. Namun demikian setiap televisi mengadakan siaran dengan berbagai macam jenis program acara baik drama, nondrama dan news. Di tahun 2003 secara serentak tv swasta nasional bermunculan, hal ini tentu membutuhkan program acara yang semakin banyak pula. Nah, pola inilah yang membentuk dituntutnya tenaga-tenaga ahli (kreatif ) yang mampu membuat program acara televisi secara simultan dan kontinu, sebab televisi tanpa program acara tidak akan pernah ada siaran televisi.

Di samping itu televisi memilki karakteristik yang unik antara lain: pesan yang disampaikan untuk khalayak luas, heterogen dan tidak mengenal batas geografis ataupun kultural, bersifat umum, tidak ditujukan untuk pribadi, cepat, selintas, berjalan satu arah, terorganisasi, periodik dan terarah serta mencakup berbagai aspek kehidupan. Dibanding media lain seperti radio, surat kabar, majalah, buku dan lain sebagainya televisi memiliki sifat yang istimewa. Dimana televisi menggabungkan antara media suara (audio) dan gambar (visul), selain itu televisi bisa bersiafat: informatif (information), menghibur (entertainment), mendidik (education), politis (propaganda) atau bahkan gabungan keempatnya. 

[Dari Buku Penulisan Naskah Televisi Format acara Nondrama, News & Sport]

Definisi Ilmu Komunikasi

Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain"
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif|transaktif, komunikasi bertujuan|bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan|tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industrialisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri .

Apakah Ilmu Komunikasi memang suatu Ilmu?
Kemudian, apakah komunikasi yang dikaji di universitas betul sebuah ilmu? Atau dia hanya suatu kajian pengetahuan saja? Untuk membuktikannya, anda tinggal mensubstitusikan definisi komunikasi yang sudah anda pelajari.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain. Jadi, ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain.
Komunikasi adalah pengetahuan, bukan sekedar keterampilan, dia diketahui bahkan dipahami sebagai proses penyampai lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain.
Ilmu Komunikasi jelas objektif, dia melakukan proses, prosedur, dan penyimpulan. Pengujian berdasarkan benar-salah, bukan berdasarkan seharusnya. Berdasarkan data-data,  bukan berdasarkan tahayul dan keinginan. Dia akan selalu konsentrasi ke objek kajiannya yakni proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain; bukan kepada orang yang menyuruh menelitinya. Sehingga, hasilnya bisa digunakan oleh siapa saja.
Karena objektif, tidak berdasarkan kepentingan subjek tertentu, maka ilmu komunikasi juga bersipat universal. Dia berlaku di mana saja (Inggris, Indonesia, Baduy, atau lainnya), kapan saja (sekarang, besok, atau lusa), dan bisa diuji oleh seiapa saja (Ilmu komunikasi bukan milik sarjana komunikasi saja. Orang disiplin ilmu lain silakan mengujinya dengan metode yang baku dan benar. Dia berbeda dengan pengalaman yang sipatnya personal dan tidak bisa diuji oleh siapa saja dan berlaku di mana saja. Dia berlainan dengan ideologi yang digenggam erat penganutnya!
Ilmu Komunikasi juga mempunyai metode tertentu dalam mengkaji proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari pihak satu kepada pihak lain. Metode ini umumnya sama untuk semu ilmu. Hanya titik tekan yang berbeda. Misal Antropologi menekankan kepada metode kualitatif. Sedangkan Fisika menekankan ke metode kuantitatif. Ilmu Komunikasi menggunakan keduanya. Jadi di Ilmu Komunikasi bersipat metodis.
Ilmu Komunikasi jelas merupakan pengetahuan yang berdasarkan logika oleh karena itu dia logis. Tidak ada yang dipelajari dalam proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain yang tidak logis. Bahkan dari makna “proses” saja sudah menggambarkan urutan peristiwa yang logis.
Karena komunikasi juga dikaji berdasarkan metode tertentu di dunia empiris, maka diapun dapat diuji secara empiris. Dia bukan logika semata –apalagi khayalan–melainkan diverifikasi di dunia empiris. Dia memenuhi syarat ilmu empirisme.
Berdasarkan pengujian menggunakan ciri-ciri ilmu tersebut, Ilmu komunikasi teruji sebagai sebuah ilmu .
Ilmu komunikasi juga diterapkan dalam kampus atau sistem perkuliahan yang dibentuk dan diberi nama yaitu Fakultas ilmu komunikasi .
Pada Fakultas ilmu Komunikasi terbagi menjadi 4 jurusan,yaitu :
1.     1.  Hubungan masyarakat (Public Relations)
2.     2.  Jurnalistik Penyiaran (Broadcast Journalism)
3.     3.  Periklanan (Advertising)
4.     4.  Komunikasi Visual (Visual Communication)
Tapi kami akan menjelaskan tentang pengertian Broadcast Journalism lebih dalam lagi .

keindahan laut Bali

 

Menikmati Keindahan Pantai Lovina


Karena kealamiannya, menjadikan Pantai Lovina menarik untuk dikunjungi. Ada banyak sarana dan area wisata yang dimiliki pantai ini dan siap untuk dinikmati oleh para pengunjungnya. Dimana yang paling menarik dari pantai ini dan mungkin menjadi kelebihan tersendiri kawasan Lovina dibandingkan dengan lainnya yakni perjalanan ke tengah laut yang akan mempertemukan pengunjung dengan manuver dan akrobat ikan Lumba-Lumba disekitar perairan pantai Lovina.
Akrobat Lumba-Lumba

Akrobatik ikan Lumba-Lumba yang terkenal sangat bersahabat dengan manusia memberikan impresi tersendiri bagi para pengunjung kawasan wisata Lovina. Betapa tidak, pengunjung akan disajikan dengan gaya dan tingkah  lucu dari sekumpulan ikan Lumba-Lumba secara langsung di tengah laut. Kawasan Lovina sendiri dihuni oleh ratusan ikan Lumba-Lumba yang selalu siap dalam menghibur wisatawan yang datang menemui dan melihat aksinya yang lucu, menggemaskan dan fantastis.

Namun, ada syaratnya. Untuk melihat berbagai atraksi yang ditunjukkan oleh Lumba-Lumba, wisatawan harus berangkat ke tengah laut sangat pagi, sekitar pukul 06.00. Mengapa? Karena Lumba-Lumba tersebut hanya muncul di kawasan pantai Lovina antara pukul 6 sampai pukul 8 pagi saja. Di jam-jam itulah, puluhan ekor Lumba-Lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan berbagai kemampuannya menghibur dan kadang “bercengkrama” dengan para wisatawan yang datang.
Taman Laut

Selain bisa menyaksikan atraksi Lumba-Lumba secara langsung, Pantai Lovina juga menyajikan keindahan alam bawah laut yang sangat menakjubkan. Wisatawan bisa menikmatinya dengan snorkling dimana didalamnya akan dijumpai berbagai spesies ikan hias yang ramah kepada pengunjung yang menyapanya. Selain ikan hias, terdapat juga batu karang serta berbagai tetumbuhan khas bawah laut yang dijamin akan memuaskan para wisatawan.
Pun di pantainya, wisatawan akan menemukan berbagai kulit kerang yang beraneka ragam dan warna. Jika mau, Anda bisa mengambilnya untuk dijadikan oleh-oleh gratis dan alami.
Sarana Transportasi dan Akomodasi

Kawasan Pantai Lovina terletak di pesisir utara Pulau Bali atau sekitar 10 km arah barat Singaraja. Pantai ini bisa diakses dari Denpasar dengan melalui Bedugul kemudian ke Singaraja dan akhirnya menuju ke Lovina. Lama perjalanan biasanya hanya 2 jam. Namun demikian, selama perjalanan wisatawan akan disuguhkan berbagai panorama keindahan alam yang menarik, indah, dan tak ada duanya.
Demikian juga dengan penginapan yang tersedia di sekitar Pantai Lovina dengan harga yang terjangkau. Berbagai penginapan disediakan dengan macam-macam fasilitas yang terdapat didalamnya seperti atraksi Lumba-Lumba yang terlatih, atau kebun binatang mini. Oleh karenanya, bersiaplah untuk berlibur di Pantai Lovina.
Diberdayakan oleh Blogger.